Wys tans plasings met die etiket Puisiku. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Puisiku. Wys alle plasings

12 Mei 2013

Puisi dusta


Aroma mu

Botol coklat bermerk ternama
Selalu kau semprotkan dengan irama
Entah bagaimana ku terima
Sedangkan aku memang terpana

Malam ini kau begitu berbeda
Tak lagi ku cium aroma ternama
Aku mencium dengan seksama
Dan yang ku cium adalah aroma dusta

Kau buat suka ku menjadi benci
Ingin ku daratkan telapak tangan di pipi
Namun apa daya ku tak berani
Hingga akhirnya kau pun hanya ku caci





Tangis

Saat sendiri aku menangis
Hanya di temani angin yang tiris
Aku berkata ini sangat miris
Ditinggal kekasih yang begitu manis

Aroma dusta tercium di sini
Mengingat kau yang telah pergi
Bersama wanita pencuri hati
Siapapun dia, tak ingin ku kenali

Tetesan air ini semakin banyak
Hingga membuatku terisak-isak
Batin ini pun terkoyak
Membuatku tak bisa tidur nyenyak

30 Mrt. 2013

Puisi untuk sahabat


Enam Sahabat Terbaik


Mereka ada saat ku bahagia
Mereka menghibur saat ku bersedih
Mereka mengingatkan saat ku salah
Mereka adalah bagian dalam hidupku

Menjadi sapu tangan saat ku menangis
Setia menunggu saat ku terlambat
Memberi saat ku tak punya
Dan memberi semangat saat ku terjatuh

Mereka tak ada duanya
Mereka takkan tergantikan
Yaa…mereka lah sahabat
Dulu, sekarang, dan selamanya

27 Mrt. 2013

Rindu

Rindu..

malam gelap begitu pekat
hadirlah rindu dalam firasat
firasat yang begitu kuat
rindu padamu sang khianat

rindu ini takkan mungkin dusta
seperti dusta yang kau berikan pada sang bunga
bunga (mawar) yang selalu memberikan keharuman
keharuman yang mungkin kini  kau lupakan

tidakkah kau merindukan kemarau,
 
pada saat musim penghujan
dan tidakkah kau merindukan penghujan,
pada saat musim kemarau